Setelah tiga hari latihan, skuad PSCS Cilacap mulai bisa fokus pada laga kandang menjamu PPSM Sakti Magelang, Selasa (18 Januari ). Perkembangan itu dikatakan Pelatih Agus Riyanto, kemarin. Saat latihan pertama, Senin lalu, pelatih mengajak pemain berbicara dari hati ke hati. Intinya, anak-anak diminta melupakan hasil laga di Tual.
“Kompetisi itu panjang, kalah di sebuah laga wajar. Harapan kami menang terus tapi kenyataan ada kalah dan menang,” katanya.
Secara jantan coach asal Semarang itu menegaskan, Cilacap bermain jelek, sehingga kalah. Dia tak mau mencari alasan lain. Saat itu, kinerja PSCS tak menggambarkan sebuah tim, pemain seperti bermain sendiri-sendiri. Kenapa bisa terjadi hal seperti itu, satu per satu pemain diminta menyampaikan pandangannya.
Mengenai perkembangan pemain setelah ditangani psikolog, Reni Kusumawardani, menurut Agus, belum ada karena baru tahap perkenalan. Diharapkan, setelah ada psikolog, mental anak-anak lebih baik lagi.
“Kami baru tahu kapasitas Bu Reni dalam bidang itu sangat bagus,” ungkapnya.
Manajer Rosikin mengatakan, Kamis pagi psikolog itu ke lapangan melihat anak-anak berlatih, lalu berkenalan dengan pelatih dan pemain serta menyampaikan program kerja. Nantinya, tak hanya pemain, juru masak di mes juga akan mendapat pembinaan. “Sabtu, Bu Reni bertemu pemain di ruang Jalabumi Pemkab.”
Ketua Laskarnusakambangan Ahmad Nizar menilai positif upaya manajemen memakai tenaga psikolog. Hal itu sesuai kondisi, yakni mental pemain masih perlu ditingkatkan saat laga tandang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar